Latest Updates

Analisa Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Dan Status Kebugaran Jasmani Periode Latihan Pada Atlet Basket


 Kebutuhan gizi bagi para atlet mempunyai kekhususan karena tergantung cabang olahraga yang dilakukan. Oleh karena itu untuk mendapatkan atlet yang berprestasi, faktor gizi sangat perlu diperhatikan sejak saat pembinaan di tempat pelatihan .Olahraga basket adalah salah satu cabang olahraga yang aktivitasnya cukup tinggi serta menuntut banyak ketahanan fisik, kecepatan, dan pengeluaran energi yang terus menerus. Untuk mendukung kegiatan tersebut, sangat diperlukan kondisi kesegaran jasmani yang cukup baik. Adapun kegiatan fisik Altet Basket tergolong sedang, energi yang harus dipenuhi dari makanan harus mencapai 4500-5000 kalori. Oleh karena itu di dalam asrama Atlet terdapat penyelenggaraan makanan dengan sistem prasmanan, penyediaan makan 3x sehari, buah 2 kali dalam seminggu. Pemilihan bahan makanan yang disajikan kurang bervariasi dan porsi makanan yang dikonsumsi oleh responden masih kurang dari kebutuhan atlet basket.
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat konsumsi energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat) dan status kebugaran jasmani responden. dan secara khusus untuk mengetahui lama dan frekuensi latihan kebugaran jasmani responden dalam 1 minggu, mengetahui tingkat konsumsi energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat) responden, mengetahui status kebugaran jasmani responden.
Jenis penelitian ini adalah non experimental yang bersifat deskriptif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2009 Sampel yang diambil adalah semua atlet yang tinggal diasrama. Data diperoleh dengan recall untuk mengetahui tingkat konsumsi energi dan zat gizi (protein, lemak, karbohidrat), antropometri untuk mengetahui kebutuhan energi tiap individu, dan tes kebugaran untuk mengetahui kebugaran jasmani responden.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden 19 tahun.. Tingkat konsumsi energi 36% kategori defisit sedang, tingkat konsumsi karbohidrat 72% kategori defisit berat, tingkat konsumsi protein 36% kategori normal, tingkat konsumsi lemak 43% ketegori diatas kebutuhan. Hasil tes kebugaran untuk mengetahui VO2 max adalah sebanyak 36% kategori good, hasil tes lemak tubuh 93% kategori sangat bagus, dari tes kekuatan otot (push strength) 50% kategori baik, (pull strength) 57% kategori cukup, pengukuran daya tahan otot (sit-up) 43% kategori excellent dan bent knee sit-up 100% kategori kurang, hasil tes kelentukan flexi 43% kategori baik, dan back extensi 100% kategori baik.
Pada penyelenggaraan makanan di Asrama Atlet Basket perlu adanya bantuan ahli gizi untuk penyuluhan maupun konsultasi secara rutin untuk meningkatkan pengetahuan responden dan penyelenggara makanan tentang pentingnya gizi seimbang untuk atlet basket, sehingga kebutuhan gizinya dapat terpenuhi.

Studi membuktikan bahwa buah bermanfaat bagi tubuh, jadi menambahkan pisang, melon dan kentang dalam setiap menu makanan Anda bisa mencegah osteoporosis terutama bagi mereka yang sangat menyukai makanan asin. Kalium yang terkandung dalam buah akan bereaksi terhadap efek negatif dari diet kaya garam.

"Caranya dengan mencegah resorbsi (penyerapan) tulang yang timbul secara berlebihan," kata dr Deborah Sellmeyer, asisten guru besar endokrinologi dan metabolisme dari Univesity of California, San Fransisco.

Tentu, Sellmeyer tak begitu saja menyarankan para wanita mengkonsumsi suplemen kalium yang saat ini banyak tersedia. Dia menegaskan, konsumsi makanan kaya garam bisa menyebabkan pengeroposan tulang.

"Biasanya, diet kaya garam dihubungkan dengan tekanan darah tinggi dan stroke," tuturnya.

Menurut national Osteoporosi Foundation sekitar 44 juta penduduk Amerika berusia lebih dari 50 tahun mengalami osteoporosis, dalam hal ini wanita beresiko lebih tinggi. Namun bukan berarti pria tak mengalaminya.

Banyak yang paham bahwa kalsium dan vitamin D penting untuk memperkuat tulang, sayang pentingnya kalium belum banyak yang tahu, padahgal kalium juga ikut berperan memperlambat osteoporois.

Studi ini melibatkan 60 wanita pasca menopause. Selama tiga minggu responden menjalani diet rendah garam dan yakni hanya 2 gram sehari, kurang dari dari 6 gram atau lebih sekitar 1,5 sendok teh. Ini sesuai dengan rekomondasi departemen kesehatan setempat.

Lantas dilakukan penelitian terhadap responden. Pertama, diukur kalsium yang terbuang saat buang air kecil dan jumlah protein NTX yang hilang akibat pengeroposan tulang. Kemudian responden diminta menjalani diet kaya garam, yakni 9 gram sehari selama sebulan. Jumlah umum yang dikonsumsi warga Amerika.

Separo di antara responden yang mengkonsumsi suplemen kalsium sementara yang lain diberi plasebo (pil kosong). Dari hasil yang didapat Sellmeyer menganalisa bahwa kalium terbukti melindungi, bahkan kalsium yang hilang juga lebih sedikit dibanding sekedar diet rendah garam.

Wanita yang tak mengkonsumsi kalium tapi meneruskan diet kaya garam akan kehilangan kalsium dan protein lebih banyak daripada yang mengkonsumsi kalium. Ini menunjukkan bahwa konsumsi lebih banyak garam akan meningkatkan pengeroposan tulang.

Jadi diet kaya garam akan menarik kalsium keluar dari tulang, tapi kalium justru membatasi kerusakan tersebut. Karena itu wanita disarankan untuk mengonsumsi buah dan sayur 7-8 porsi sehari. Ini dianggap lebih mudah daripada mengurangi garam dalam asupan makanan sehari-hari. (nutrain/rit)

0 Response to "Analisa Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat, Dan Status Kebugaran Jasmani Periode Latihan Pada Atlet Basket "

Posting Komentar

Komentar anda menyelamatkan kami :)

Google+